Rabu, Maret 31, 2010

Agnes Monica Alih Profesi Jadi Desainer?



SUKSES menjadi penyanyi terkenal tak membuat Agnes Monica puas begitu saja. Kabarnya, Agnes sudah menyusun rencana masa depan dengan menekuni profesi baru sebagai perancang busana.

Tampaknya, Agnes ingin serius menjadi perancang karena punya obsesi besar memiliki label pakaian. Hal ini diketahui lewat Twitter Agnes dengan alamat @agnezmo.

“My cloting line...is coming...very soon...,” tulis Agnes melalui Ubertwitter (semacam aplikasi Twitter di ponsel), Senin (29/3/2010), pukul 13.48 WIB.

Setelah postingan tersebut muncul, beberapa follower yang juga teman Agnes langsung menyambutnya dengan dukungan positif. Bahkan, salah satu follower ada yang menanyakan soal pilihan lini pakaian Agnes.

”Untuk sekarang belum fokus di cowok. Tapi kedepannya akan,” jelas Agnes yang berniat membuat lini pakaian wanita.

Mengenai rencana Agnes tersebut, desainer yang sering kali mendesain kostum panggung Agnes, Chenny Han sangat mendukungnya.

”Saya dukung Agnes. Sah-sah saja Agnes jadi desainer. Tinggal buat manajemen yang kuat saja,” kata Chenny Han yang dihubungi okezone melalui telepon selulernya, Selasa (30/3/2010).

Chenny sendiri pernah menjadi tempat curahan hati (curhat) Agnes terkait keinginannya menekuni dunia rancang busana. Karena itu, Chenny pun lantas memperkenalkan Agnes kepada pemilik Lembaga Pengajaran Tata Busana (LPTB) Susan Budihardjo, Susan Budihardjo.

”Setahun lalu, saya kenalkan Agnes pada Mbak Susan. Waktu itu Agnes sedang jalani pemotretan untuk cover buku saya dan lokasinya di LPTB Susan Budihardjo. Agnes cerita sama Mbak Susan ingin sekali sekolah desain. Tapi sampai kini, saya belum tahu kabar terbaru dari Agnes,” tukas Chenny Han.
(tty)
sumber : Tuty Ocktaviany - Okezone.com


berita lainnya :
Grosir Sprei Batik Solo Paling Murah
Fenomena Tante Girang di Internet
Grosir Blus Batik Solo Pria dan Wanita
Selasa, Maret 30, 2010

Mal, Pusat Belanja dan Kiblat Mode



BAGI kaum urban, mal tidak lagi sekadar tempat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, melainkan telah merasuk menjadi gaya hidup. Dan bagi fashionista, mal bukan hanya pusat belanja, tapi justru kiblat mode.

Di minggu yang sama, dua mal premium di Jakarta menggelar pekan mode. Plaza Indonesia dengan Plaza Indonesia Fashion Week, yang merupakan bagian dari perayaan ulang tahun ke-20 mal tersebut, sementara Grand Indonesia Shopping Town berusaha menarik perhatian konsumen dengan menghelat MAP Fashion Week di department store eksklusif Harvey Nichols. Tidak hanya di dua mal tersebut, gelaran pekan mode juga berlokasi di Mal Kelapa Gading yang punya agenda tahunan Jakarta Fashion & Food Festival, dan Pacific Place sudah dua tahun berturut-turut menjadi lokasi penyelenggaraan Jakarta Fashion Week.

Barisan desainer dan brand yang dihadirkan kedua brand itu pun tidak tanggung-tanggung. Plaza Indonesia menawarkan koleksi terbaru Kenzo, Jean Paul Gaultier, Alberta Ferretti, Max Mara, Diane Von Furstenberg, Yves Saint Laurent, juga rancangan desainer Indonesia yang tergabung dalam Gaya The Designer’s Corner dan koleksi terbaru Iwan Tirta. Di Grand Indonesia, barisan brand internasional seperti halnya Loewe, Sass & Bide, Diesel, Ksubi, Givenchy, Lanvin, Milly, juga Original Penguin, tidak ketinggalan memikat konsumen.

Bukan hal yang aneh bila mal dijadikan sebagai lokasi pergelaran fashion week. Pasalnya, sebagai pusat perbelanjaan, mal memiliki ratusan fashion tenant mulai dari department store hingga butik-butik dari desainer dan rumah mode kenamaan yang menjadi jujugan para konsumen. Sehingga bisa dikatakan, mal adalah tempat dimana para produsen dan konsumen fashion berkumpul. Jadi, wajar bila mal pun berkembang menjadi kiblat mode.

Pekan mode bisa dikatakan sebagai strategi brand dan desainer untuk menjual koleksi mereka dalam sebuah event yang elegan. Mereka berharap, fashionista, pihak media, serta buyer yang hadir, tertarik menyaksikan rancangan terbaru yang kemudian bisa mendongkrak penjualan. Oleh karena itu, pekan mode menjadi sebuah media raksasa yang mempertemukan banyak pihak. Dengan bertempat di mal yang memiliki lokasi strategis, diharapkan kesuksesan akan lebih cepat tercapai.

Mal juga tidak hanya dijadikan sebagai tempat penyelenggaraan pesta mode di Indonesia, Singapura pun kerap menggelar Singapore Fashion Festival di Ngee Ann City, salah satu mal besar di kawasan Orchard Road, pusat belanja Kota Singa. New York Fashion Week, kendati pun dihelat di fashion tent besar di Bryant Park, tidak melupakan mal.
Malah, pusat perbelanjaan menjadi promosi utama bagi pekan mode terbesar di Amerika itu.

Mendorong peningkatan penjualan, Council of Fashion Designers of America (CFDA) bersama dengan majalah Vogue dan pemerintah kota menggelar sebuah kegiatan promosi berskala global dipusatkan di mal serta department store mandiri, Fashion Night Out.

CEO Marketing, Tourism, & Partnership NYC & Company George Fertitta mengatakan bahwa promosi tersebut akan menjadi media pembangkit yang bagus, terutama bagi peritel dan pengusaha mode lokal yang terpukul cukup keras saat resesi. ”Fashion week tidak lagi mengenai pertunjukkan di atas catwalk, tapi juga memastikan pengunjung yang hadir melangkah masuk ke toko dan berbelanja,” paparnya.

Plaza Indonesia dan Grand Indonesia pun tentu punya pemikiran serupa, karena selain menggelar fashion show koleksi terbaru untuk musim semi dan musim panas 2010, kedua mal itu juga menawarkan diskon bagi konsumen yang ingin langsung memiliki koleksi fresh from the catwalk.

Sonia Wibisono, sosialita sekaligus dokter kecantikan, menganggap fashion week yang dihelat oleh mal-mal premium adalah suatu hal yang bagus, terutama untuk menyebarluaskan fashion kepada masyarakat.

”Dengan adanya fashion show di mal, pengunjung mal juga jadi bisa melihat koleksi-koleksi fashion terbaru karena tidak semua fashion show bersifat terbuka,” ujarnya saat ditemui di MAP Fashion Week di Grand Indonesia.

Selain itu, Sonia juga mengatakan bahwa baginya, fashion week yang dihelat pusat perbelanjaan bisa menjadi pembelajaran tersendiri.

”Ini acara yang seru, kita bisa lihat inspirasi-inspirasi baru, cara memadu-padankan busana serta warna,” pungkas wanita yang juga bertugas sebagai MC di acara tersebut.
(Koran SI/Koran SI/tty)

sumber : okezone.com
Senin, Maret 29, 2010

Rahasia Tubuh Langsing Perempuan Jepang



Jakarta - Perempuan Jepang terkenal dengan tubuh sehat,indah dan langsing. Ingin tampil seperti mereka? Ikuti saja gaya hidupnya.

Sayuran dan buah-buahan
Orang Jepang rajin memakan sayuran dan buah-buahan. Mereka bisa memakan sampai enam porsi buah setiap harinya. Selain itu orang Jepang juga memakan sayuran di antaranya sayuran-sayuran yang menyehatkan adalah, kunis, rebung, jamur, zuchini, ketimun kecil, wortel, lobak, bawang dan sayuran hijau. Untuk menjaga kandungan nutrisi di dalam sayur tetap banyak, sayuran hanya direbus dalam beberapa menit dengan air kaldu asli (tanpa MSG). Mereka biasa mencampurnya denganf tofu atau tahu.

Kedelai
Kedelai dikonsumsi oleh orang Jepang setidaknya dua kali sehari. Penelitian menunjukkan bahwa kedelai tidak hanya melindungi dari penyakit jantung dan mencegah beberapa jenis kanker, tapi juga sebagai makanan pengganti daging dan produk susu.

Sushi
Mengkonsumsi nasi dari beras merupakan suatu keharusan bagi orang Jepang. Yang populer dengan memakan sushi. Hal ini membuat tubuh tidak kekurangan karohidrat dan sebagai sumber energi dan tidak mengandung lemak.

Ikan
Orang jepan rajin makan ikan. Biasanya dijadikan sushi atau sushimi dan sering juga dimakan mentah. Ikan merupakan sumber utama protein hewani, rendah kalori namun kaya akan mineral akan vitamin. Seperti yang terkandung dalam ikan salmon dan tuna.

Teh Hijau
Teh hijau merupakan minuman favorit orang Jepang. Teh hijau kaya akan antioksidan yang membantu dalam proses detoksifikasi selain itu teh hijau juga sebagai pembakaran lemak dalam tubuh. Mereka juga minum air mineral delapan gelas air sehari.

(kik/kee)
sumber : wolipop.com
Sabtu, Maret 27, 2010

Caring Colours Cari Wanita Berbakat



COLOURS That Care, tagline yang selama ini melekat kuat di Caring Colours bukan sekadar tempelan saja. Selain konsisten merawat kulit dan membuat wanita selalu tampil cantik dan percaya diri dengan rangkaian warna kosmetik, Caring Colours sangat peduli terhadap mimpi dan keinginan konsumennya.

Pada tahun 2007 lalu, program circle of care Caring mengadakan event "Care For Your Dream", sebuah ajang yang memberikan kesempatan bagi para wanita untuk mewujudkan mimpi-mimpinya. Salah satu yang terpilih adalah Ruth Elke yang mendapatkan beasiswa dari Susan Budihardjo untuk menjadi desainer. Di mana 2009 lalu, dia menjadi tiga dari lulusan terbaik di Graduation Day.

Untuk mendulang sukses di tahun 2008, "Care For Your Dreams Too" kembali diadakan dengan sedikit sentuhan berbeda. Kali ini, Caring Colours mencari para wanita yang berbakat dan berpotensi untuk menjadi penyanyi, presenter, dan movie star dengan pelatihan singkat oleh Ratna Riantiarno, Carlo Saba, dan Farhan.

Sejak akhir tahun 2009 dan sampai pertengahan tahun 2010 ini, Caring Colours akan mengadakan acara "Road to Young Caring Professional Award "yang didedikasikan bagi para wanita karier muda yang aktif.

"Acara ini memberikan apresiasi bagi wanita karier. Mengapa orang-orang pekerja kaya, kita enggak ada yang kasih apresiasasi," ujar Product Manager Caring Colours Nia Suniasih saat ditemui okezone di acara roadshow "How to Improve Your PQ (Promotable Quotient) Creatively" di Terazza Blanco The Akmani Hotel Jakarta, Kamis (25/3/2010).

Senada dengan Nia, Marketing Manager Caring Colours Deby T Wibisana turut menjelaskan tujuan dari acara ini.

"Memberikan motivasi bagi para wanita profesional muda sehingga mereka bisa lebih sukses dalam hal berkarier di bidang apapun yang digeluti," jelas Deby.

Kriteria seseorang bisa bergabung di event pemilihan "Young Caring Professional Award" yang akan dilaksanakan pertengahan tahun 2010 ini adalah wanita WNI berusia antara 20-35 tahun, attractive, percaya diri, dan berwawasan luas, berkarier di segala bidang, mengirimkan tulisan mengenai achievement/perjalanan karier dalam sebuah essay maksimal satu halaman kertas A4, serta menyertakan data diri pribadi.

Caring Colours juga akan mengadakan talkshow, seminar atau training dengan topik-topik paling hangat seputar dunia karier.

Bekerja sama dengan majalah Cosmopolitan Indonesia, Caring Colours mengadakan event office to office roadshow ke empat kota sekaligus dengan membawa narasumber yang expertise di bidang karier professional.

"Mengapa kita kerja sama sama Cosmopolitan, karena kita punya visi dan misi serta target market yang hampir sama. Untuk tahun 2010 ini, Caring memang targetnya untuk wanita professional, wanita karier. Karena itu kita kolaborasi dengan Cosmopolitan," kata Nia Suniasih.

Di dalam content majalah Cosmopolitan, memang tersedia kolom khusus untuk artikel seputar karier.

"Sekitar 30 persen isi Cosmopolitan mengenai karier. Karena Cosmopolitan banyak membahas rubrik-rubrik tentang karier. Caring juga sedang membuat Young Professional Award untuk menggaet wanita karier. Cosmopolitan mencerminkan wanita karier yang modern, smart. Caring juga mencerminkan seperti itu. Itulah mengapa kita mau bekerja sama dengan Caring, karena kita sama-sama punya misi," ujar Vebrianti, Marketing Komunikasi Cosmopolitan di kesempatan yang sama.

Acara ini diadakan after office hour bagi seluruh wanita karier di empat kota berbeda yaitu Surabaya, Bandung, Jakarta, dan Medan untuk menambah ilmu di dunia karier, sekaligus memperluas networking.

Sebagai salah satu juri sekaligus pembicara, Creative Consultant Yoris Sebastian dipilih Cosmopolitan dan Caring Colours untuk memberikan materi seputar karier lewat tema “How to Improve Your PQ (Promotable Quotient) Creatively”.

"Intinya adalah untuk sharing ke mereka untuk belajar menyukai dan mencintai apa yang mereka kerjakan. Orang kalau selama ini mengenal IQ, SQ, tapi kalau dari pengalaman saya. Saya melihat karyawan-karyawan saya itu sebenarnya mereka jika ingin kariernya naik, mereka harus meningkatkan PQ (Promotable Quotient). Salah satu yang paling gampang, adalah kita itu harus suka dulu dengan apa yang kita kerjakan. In reality, nyari kerja itu susah. Tapi kalau memang belum bisa menyukai pekerjaan kita, kita kerjakan dulu kerjaan, pulang kantor, kita kerjakan apa yang disuka. Sebaiknya kita kerja sesuatu yang kita suka," papar Yoris kepada okezone.

Selain itu, Yoris juga memberikan kiat-kiat bagaimana cara agar karier melesat cepat.
"Saya punya pemikiran sendiri, dan saya kasih kiat-kiat, serta ajak sharing. Seperti, bagaimana caranya di promote lebih cepat," tukas pria yang pernah menjabat sebagai General Manager Hard Rock Cafe Indonesia ini.

Selain itu, Caring Colours juga ingin membentuk sebuah komunitas para wanita professional melalui website www.caringcolours.com. Melalui situs ini, mereka bisa bertanya kepada narasumber mengenai masalah karier, keuangan, dan kecantikan.(nsa)

sumber : okezone.com
Jumat, Maret 26, 2010

Etnik,,, Tren 2010...



GAYA etnik masih menjadi kunci tren busana pada 2010. Terlihat dari berbagai sentuhan eksotis yang menjadi pilihan para desainer, baik perancang internasional maupun lokal. Seperti apa?

Dari berbagai pergelaran yang digelar, baik pekan mode internasional maupun koleksi milik para desainer lokal, dapat ditarik satu kesimpulan. Sepanjang 2010, busana berelemen etnis tetap akan menjadi kunci untuk tampil up to date. Matthew Williamson misalnya. Desainer yang juga menjabat sebagai Direktur Kreatif rumah mode Emilio Pucci ini menghadirkan koleksi yang terinspirasi gaya bohemian kaum hippies. Nuansa etnis ala gipsi terasa kental mendominasi rancangan Williamson, yang dipertunjukkan di London Fashion Week beberapa waktu lalu.

Koleksi tersebut langsung memberikan kesan etnik di antara koleksi lain yang cenderung bergaya kontemporer. Terutama melalui sentuhan hippie ala Meksiko yang dipadukan dengan combat boots beraksen. Rancangan Williamson rupanya senada dengan koleksi besutan Christopher Kane.

Kane menampilkan gaya eklektik dalam tema ”geek chic” yang memadukan corak floral, detail sequin, serta jubah ala Batman. Unik, bergaya etnis, sekaligus atraktif. Di kesempatan yang sama, Christoper pun tidak ketinggalan menghadirkan nuansa etnik dalam palet lembut yang langsung menjadi incaran fashionista London.

Kesan etnik pun tidak ketinggalan dihadirkan para desainer Indonesia. Mulai dari pergelaran tahunan Trend Show IPMI, Jakarta Fashion Week, serta beragam perhelatan mode yang digelar, sentuhan tradisional dan elemen etnik hadir di sana-sini.

Bukan hanya dari segi penggunaan warna yang mengarah pada palet eksotis, tapi juga ragam material yang digunakan. Kain tradisional Indonesia seperti batik dan tenun tetap merajai panggung pergelaran busana. Lihat saja koleksi para perancang lokal yang tidak jauh-jauh dari nuansa etnis Tanah Air, seperti halnya Carmanita, Sofie, dan Poppy Dharsono.

Untuk tren busana 2010, Poppy mempersembahkan koleksi etnik yang mengeksplorasi kain batik khas Banyumas. Di tangan Poppy, batik unik itu berevolusi menjadi rancangan bergaya kontemporer. Dengan apik, Poppy mengombinasikannya dengan berbagai material lain seperti katun, tulle, organdy silk, dan diolah menjadi rancangan yang lebih elegan.

Seperti halnya Ian, Sofie pun menghadirkan karya etnis dalam kemasan modern. Koleksi bertema ”Gothchic” tersebut rupanya terinspirasi dari sisi gelap ala goth yang dipermanis dengan sentuhan etnik dari kain batik maupun ornamental khas Sofie. Hal itu kemudian dituangkan menjadi koleksi yang bernapaskan etnik kontemporer dalam paduan motif floral, permainan tabrak motif, embroidery, maupun aplikasi dekoratif lainnya.

”Koleksi ini saya tujukan bagi wanita urban yang mapan, mandiri, dan penuh percaya diri,” ujar Sofie. Karena itu, desainer yang memiliki nama lengkap Ahmad Sofiyulloh ini menghadirkan ragam gaya klasik yang dipadu sentuhan folkloris, baik pada blus, terusan pendek, rok selutut, maupun celana jodhpur. Sekali lagi, warna natural jadi pilihan, namun Sofie memberi sentuhan yang berbeda dengan menambahkan palet solid layaknya ungu dan hitam.

Sementara Carmanita memilih gaya rancangan yang lebih unik melalui teknik tie-dye. Carmanita langsung melukisnya dan sebagian dibantu oleh teman-temannya. Palet lembut layaknya ungu, pink, oranye, kuning, biru muda, dan merah marun, menjadi pilihan Carmanita. Meskipun bernuansa etnis, koleksinya hadir sangat simpel. Carmanita mengakui, seluruh rancangannya hadir tanpa pola.

”Semua rancangan dibuat tanpa patron,” sebutnya. Karenanya, wajar bila blus yang dipadukan dengan celana galembong besutannya tampil natural. Pasalnya, setiap koleksinya dibuat dari selembar kain yang tidak dipotong ataupun dijahit. Hanya dililitkan begitu saja dengan bantuan peniti atau jahitan sederhana. Feminin, kasual, dan tentu saja etnik.

(Koran SI/Koran SI/tty)
sumber : okezone.com
Kamis, Maret 25, 2010

Tak Merokok, Rahasia Awet Muda Cindy Crawford



SEMUA orang setuju jika mantan supermodel Cindy Crawford selalu terlihat awet muda di usianya yang kepala empat. Usut punya usut, ternyata wanita yang terkenal dengan tahi lalat di atas bibirnya itu selalu merawat kecantikan kulitnya sejak masa muda.

Untuk menjaga kecantikannya, ratu catwalk ini mengklaim tidak pernah merokok dan memastikan bahwa dia tidak menghabiskan terlalu banyak waktu berjemur ketika masih muda.

"Saya merasa semua hal yang saya lakukan selama bertahun-tahun telah terbayar saat ini. Saya tidak pernah merokok, saya tidak pernah berjemur di bawah matahari, dan saya mulai merawat kulit sejak usia dini. Saya sangat bahagia dengan penampilan wajahku," ungkapnya yang dikutip dari Zimbio, Kamis (25/3/2010).

Selain menjaga kecantikan, model yang pernah menjadi model sampul depan ratusan majalah itu sadar betul dengan kesehatannya. Tak heran bila mantan istri Richard Gere itu selalu bekerja keras untuk menjaga kesehatannya.

"Saya telah berusia 44 tahun, saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan di masa depan. Tapi saya sudah melihat ketika kehilangan sedikit berat badan, wajah saya tampak kurus, seperti ditarik, dan terlihat lelah," pungkasnya.(nsa)

sumber : okezone.com
Rabu, Maret 24, 2010

Desainer Inggris Terpikat Batik Solo



LIMA perancang busana dari Inggris yang menjadi finalis acara UK Young Fashion Entrepreneur (UKYFE) mendalami ragam kain batik Solo untuk kemungkinan mereka gunakan. Rombongan British Council ini mengunjungi sentra batik Solo, seperti Pasar Klewer, Kampoeng Batik Kaoeman, serta museum Batik Wuryaningratan.

Kelima finalis UKYFE tersebut adalah Imran Amed, Justin Smith, May Cortezzi, Sarah Elenany, serta Susi Henson. Selama dua hari, Minggu-Senin (21-22/3) mereka bersama tim dari British Council berada di Solo, setelah sebelumnya juga mengunjungi Jakarta dan Bandung.

Menurut Media Relations Officer British Council, Gusni Puspitasari, lima orang tersebut merupakan finalis dari kompetisi yang diikuti oleh 10 negara dengan sembilan kategori berbeda. Mereka berasal dari United Kingdom, Inggris.

”Mereka ingin melihat potensi industri kreatif bidang fesyen di Indonesia,” ungkapnya, sembari menuturkan bahwa Indonesia pernah lima kali memenangi kontes ini.

Dia menerangkan, dari kunjungan ini diharapkan bisa terbangun sebuah kolaborasi membentuk bisnis di bidang fesyen antara pebisnis Indonesia dengan UK.

”Target kita juga untuk memperlihatkan kekuatan industri kreatif. Untuk Solo kan kaya kreativitas terutama batik, ada lebih dari 30.000 motif,” sebutnya.

Branding sebagai kota batik inilah yang kemudian mendorong rombongan memilih Solo dibandingkan daerah-daerah lain.

”Sebenarnya kita ingin bisa mengunjungi semua kota, tapi waktu kita sangat terbatas, hanya satu minggu. Sebelumnya mereka telah mengunjungi pusat retail Tanah Abang Jakarta, dan Bandung,” bebernya.

Gusni menuturkan, kunjungan ke Solo mendapat dukungan dari pemerintah kota setempat. Bahkan, rombongan sempat mendapat jamuan makan malam bersama Wali Kota Solo Joko Widodo, Minggu (21/3) malam. Pada kesempatan itu, rombongan juga disuguhi aneka produk batik dan usaha kecil menengah (UKM) lainnya.
(Fefy Dwi Haryanto/Koran SI/tty)

sumber : okezone.com
Selasa, Maret 23, 2010

Pilih Busana Musim Panas Sesuai Zodiak



Zodiak tak hanya dipakai untuk mencari tahu peruntungan serta kisah cinta Anda. Dengan zodak, Anda juga bisa memilih busana musim panas yang tepat dan sesuai.

Karakter dasar seseorang dipercaya bisa ditebak lewat zodiaknya. Oleh karena itu, kini zodiak juga dipakai sebagai salah satu cara padu padan fashion sesuai kepribadian.

Aries
Aries berkepribadian ceria dan hangat. Warna-warna terang seperti merah atau oranye menjadi pilihan busana yang tepat untuk para Aries bergaya di musim panas. Scarf dan topi akan menjadi padanan aksesoris yang tepat.

Taurus
Taurus memiliki sifat yang keras, namun resisten terhadap perubahan. Kenyamanan adalah kunci utamanya dalam berpakaian. Taurus lebih cocok memakai busana dari bahan yang lembut. Warna pilihannya pun biasanya tidak kontras dengan warna kulit. Gaun atau blouse chiffon dari bahan yang lembut menjadi pilihan yang tepat bagi para wanita Taurus.

Gemini
Gemini menyukai sesuatu yang kontradiktif namun gampang sekali merasa bosan. Oleh karena itu wanita Gemini lebih berani ambil risiko padupadan fashion. Kaos atau blouse potongan feminin, dipadupadankan dengan boyfriend jeans menjadi salah satu pilihan yang tepat. plaid boyfriend shirt dan rok tumpuk bisa juga menjadi pilihan gaya para Gemini.

Cancer
Wanita Cancer biasanya menyukai sesuatu yang vintage dan klasik. Gaya retro akan menjadi pilihan yang tepat. Gaun retro motif polkadot dan wedges dengan warna senada sangat sesuai dengan kepribadian Cancer.

Leo
Wanita berzodiak Leo suka menjadi pusat perhatian. Memakai busana yang cantik, dengan padupadan yang unik menjadi salah satu cara Leo menarik perhatian. Gaun berpotongan seksi dengan warna terang menjadi pilihan yang sesuai. Aksesoris bling-bling akan menjadi padanan yang pas. Jangan lupa memakai sandal atau sepatu dengan warna terang namun sesuai.

Virgo
Virgo memiliki sifat perfeksionis. Wanita Virgo menyukai detil-detil cantik di setiap busananya. Di sisi lain, mereka juga suka gaya yang klasik. Sackdress dengan detil ruffle di bagian leher akan menjadi pilihan tepat bagi Virgo untuk bergaya.

Libra
Wanita Libra sangat romantis. Pilihan busananya biasanya chic dengan warna-warna feminin seperti pink dan ungu. Gaun one shoulder berwarna pik dan ungu bisa membuat para Libra tampil memukau. Sling back heels yang seksi akan membuat penampilannya sempurna. Tambahkan aksesoris cantik untuk menunjang gaya.

Scorpio
Scorpio memiliki pribadi yang mandiri, kuat dan tak bergantung pada siapapun. Wanita Scorpio suka busana yang tak membatasi ruang gerak serta mobilitasnya. Blouse one shoulder dan celana jodphur menjadi pilihan tepat bagi Scorpio di musim panas. Ankle boots akan semamkin menonjolkan pribadinya yang luar biasa.

Sagitarius
Pribadi haus tantangan dan penuh petualang adalah sifat dasar Sagitarius. Ia tak ragu memadupadankan busana yang unik. Busana motif animal print menjadi pilihan tepat bagi para sagitarius untuk musim panas. Tambahan aksesoris seperti oversize belts dan bangles akan mempercantik gayanya.

Capricorn
Capricorn memiliki ciri yang rapi dan elegan. Segalanya terorganisir dengan baik dalam dunianya. Begitu juga dalam memilih busana. Capricorn suka gaun dengan potongan elegan dan manis. Klasik sack dress dengan warna yang netral akan menjadi favoritnya. Jika ia memilih sesuatu yang lebih berwarna, biasanya motif polos yang dipilihnya. Stiletto yang klasik selalu menjadi pilihan para Capricorn untuk bergaya.

Aquarius
Aquarius memiliki jiwa yang bebas. Tabrak motif menjadi salah satu cara Aquarius menggambarkan kebebasannya. Padu padan motif adalah cara yang tepat bagi Aquarius untuk menghabiskan musim panasnya.

Pisces
Wanita Pisces biasanya berkepribadian lembut. Mereka juga fashionable dan bergaya. Sepatu adalah hal yang paling penting bagi Pisces. Mereka bisa saja memakai gaun berwarna nude yang lembut, namun memadukannya dengan gladiator shoes yang keren.

(kee/kee)

sumber : wolipop.com
Sabtu, Maret 20, 2010

USD840ribu Setahun Untuk Penampilan Rihanna



BUKAN rahasia lagi, Rihanna memiliki tubuh yang indah dan seksi. Ternyata, untuk menjaga tubuhnya senantiasa aduhai, penyanyi R&B ini rela menghabiskan dana yang banyak. Bahkan, dalam setahun mantan kekasih Chris Brown itu bisa menghabiskan uang USD840 ribu. Untuk apa sajakah itu?

Penyanyi asal Barbados itu telah menghabiskan uang sekira USD2.300 setiap hari untuk menjaga bentuk tubuh senantiasa indah. Demikian seperti yang dikutip dari CelebrityNewsNow, Jumat (19/3/2010).

Untuk kebugaran tubuh, penyanyi yang akrab disapa Riri ini membayar seorang personal trainer dengan biaya USD1.500 dalam setiap sesi pertemuan. Kehadiran seorang personal trainer bagi pelantun "Umbrella" ini amatlah penting karena tak lain untuk memotivasi dirinya.

"Aku membutuhkan seorang pelatih pribadi yang bisa memotivasiku. Aku tidak menemukan kesenangan dengan olahraga sendirian," ungkapnya.

Tak hanya urusan mengolah tubuh, namun untuk urusan makan, Riri pun memiliki juru masak pribadi. Dana yang dihabiskannya mencapai USD800 per hari. Juru masak Rihanna, Chef Ameera menegaskan, penyanyi berkulit hitam ini sangat menyukai menu makanan kari ayam.

"Dia begitu menyukai kari ayam dan bajan chiken soup," tukasnya.

Dari keseluruhan pengeluaran tersebut total dana yang dikeluarkan Rihanna dalam setahun bisa mencapai USD840 ribu. Dana tersebut digunakan untuk mengeluarkan seluruh perawatan tubuh dan menjaga kecantikannya.(nsa)

sumber : okezone.com
Rabu, Maret 17, 2010

Aristocrate Glam Dalam Busana Kebaya





KOMPAS.com - Rumah Kebaya Amy Atmanto, Royal Sulam, mengeluarkan koleksi kebaya terbaru yang diberi nama The Aristocrate Glam. Koleksi ini dipamerkan dalam fashion show yang merupakan salah satu sesi dalam Bazaar Wedding Exhibition 2010 di Four Seasons Hotel, Jakarta, Minggu (14/3/2010) lalu.

Amy Atmanto, yang telah dikenal sebagai brand ambassador Swarovski, terinspirasi desain kebaya tradisional. Menurutnya, seorang calon pengantin harus tampil agung, jaya, dan glamorous. Namun meskipun ingin menampilkan kesan yang glamorous, Amy tidak mendesain kebaya dengan terlalu banyak detail.

''Kesederhanaan atau simplicity dengan cahaya yang luar biasa akan memancarkan aura kecantikan alami,'' ujarnya kepada Kompas Female, usai pagelaran busana.

Desain kebaya ia tampilkan juga sesuai kepribadian perempuan Indonesia. Baju-baju adat Jawa, Sunda, dan Betawi tampak cukup menginspirasi koleksinya kali ini. Adat Jawa, misalnya, ia transformasikan dalam bentuk baju adat yang biasa dipakai ratu atau putri dalam cerita adat dan keraton.

''She's the queen, her majesty, jadi ia tidak perlu tampil terlalu mewah, tapi tetap bling dan mengesankan kesederhanaan. Ciri khas ratu,'' katanya.

Untuk pemilihan bahan ia memilih beludru, sutra, lace, dan sutra organdi. Sementara itu, payet menggunakan kristal Swarovski yang masih diimpor. Untuk padanan kebaya, Amy menggunakan kain batik Jawa -terutama dari Brebes- dengan motif ukel.

Amy mengaku tidak mematok harga khusus. Baginya setiap rancangan kebaya bisa disesuaikan dengan kebutuhan calon pengantin. ''Semua tergantung material, kesulitan pengerjaan, dan berapa banyak kristal yang diperlukan,'' imbuh perempuan yang pernah merancang kebaya untuk Miss Universe itu.

Satu yang pasti, hingga saat ini Amy tetap mempertahankan kebaya yang klasik, elegan, dan glamorous. Ia juga menampilkan desain kebaya untuk wanita berkerudung. Kebaya ini mengikuti syar'i, alias menutup aurat namun tetap glamour.


C2-10
Editor: din
kompas.com
Senin, Maret 15, 2010

Harajuku Style... Unik dan Eksotik



DALAM urusan mode, Jepang punya banyak keunggulan. Masyarakat Jepang pintar tampil menarik dengan gaya busana yang tak lazim.

Salah satu gaya paling terkenal yang diusung Jepang adalah gaya harajuku, yang mengusung konsep padu padan busana dengan warna berbeda. Kini, mode harajuku telah populer seantero dunia. Bahkan, selebriti Hollywood seperti penyanyi pop, Gwen Stefani (mantan vokalis No Doubt), senantiasa tampil menarik dengan gaya harajuku ketika di atas panggung.

Gaya harajuku tidak sama dengan gaya kawaii yang terlihat cute, atau gothic lolita dan cosplay, yang mengusung desain dengan karakter anime dan manga, tokoh kartun Jepang di film dan komik favorit. Demikian yang okezone kutip dari Carefair, Senin (15/3/2010).

Walaupun tidak ada aturan ketat, namun Anda tetap harus mengetahui rumus berpakaian ala harajuku. Yaitu busana yang dipakai berlapis-lapis, penggunaan warna material bahan yang berbeda (tabrak warna) dan cerah, hiasan aksesori yang berlebih pada tas, ikat kepala, dan anting-anting mewah. Selain itu, rambut kepang dengan ekor kuda runcing juga menjadi kata kunci untuk tampil bergaya harajuku.

Kendati gaya harajuku begitu populer, namun dalam kehidupan sehari-hari wanita Jepang senang mengenakan busana dengan desain modern. Bahkan, sebagian dari mereka juga lebih nyaman memakai pakaian olahraga.

Namun sekali lagi, wanita Jepang menyukai busana olahraga dengan warna cerah. Mereka percaya, busana cerah bisa mencuri perhatian banyak orang. Dan untuk membuat mereka berkesan tinggi, maka sepatu model platform atau boot menjadi pilihan aksesori terbaik.

Selain pakaian, wanita-wanita Jepang juga sangat perhatian dengan dunia kecantikan. Tak heran mereka rela menghabiskan banyak uang untuk mendapatkan produk-produk kecantikan terbaik. Eyeshadow menjadi salah satu kosmetik paling populer bagi wanita Jepang, khususnya di kalangan remaja.
(tty)
sumber : okezone.com
Jumat, Maret 12, 2010

Sampaikan Pesan Lewat Warna Bibir



HATI-HATI memilih lipstik. Kesalahan dalam memilih bisa merusak penampilan.

Menurut pakar rambut dan make up Chenny Han, ketepatan memilih warna lipstik akan membuat sempurna riasan. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah pilih warna yang dapat memberi aksen pada bibir.

”Agar bisa memberi aksen pada bibir, warna lipstik sebaiknya bertentangan kontras dengan warna kulit,” kata Chenny, seperti diulas dalam bukunya berjudul ”Make-up Bibir Sesuai Aura dan Feng Shui”.

Chenny menjelaskan, formula utama yang terdapat pada lipstik adalah pigmen yang membuatnya berwarna. Dalam lipstik terkandung juga minyak yang berfungsi untuk melembapkan dan meratakan warna. Selain itu, terdapat pula lilin (wax) untuk menjaga bentuknya agar tetap padat.

”Perbandingan ketiga unsur itu berbeda pada setiap merek. Semakin banyak pigmen, semakin mudah bibir menjadi kering,” jelasnya.

Chenny menambahkan, warna bibir menyampaikan pesan. Tak heran, pilihan warna lipstik biasanya bergantung pada beberapa hal, termasuk warna busana yang dikenakan.

”Warna lipstik sebaiknya melengkapi busana, bukan saling bertabrakan. Selain itu, jenis acara dan gaya busana, seperti kasual dan formal, ikut juga menentukan pilihan warna lipstik. Untuk busana kasual warna lipstik yang sesuai biasanya bernuansa natural. Warna gelap, seperti merah marun, lebih disukai untuk acara pesta atau resmi,” paparnya.

Chenny juga menyarankan, untuk siang hari, gunakan lipstik dengan warna-warna natural, segar, dan lebih terang, seperti warna pastel dengan jenis matte atau creamy. Sementara untuk malam, pilih warna lebih gelap dan menantang dengan jenis glossy atau sedikit tambahan kerlap-kerlip glitter.
(tty)

sumber: Okezone.com
Rabu, Maret 10, 2010

Usia Matang Masih Bisa Tetap Gaya





KOMPAS.com — Dunia anak muda selalu ditonjolkan dalam berbagai sorotan media atau industri hiburan. Akibatnya, sejumlah perempuan di atas usia 40 menjadi merasa tak lagi seksi dan akhirnya merasa ditinggalkan.

Meski begitu, ada juga sejumlah perempuan yang terlihat jauh lebih muda dari usia mereka. Sebut saja sederet artis yang masih terlihat gaya dan seksi, seperti Elizabeth Hurley, Kylie Minogue, Sandra Bullock, atau Elle McPherson. Jika di Indonesia, sosok seperti Widyawati atau Christy Subono menjadi referensi perempuan yang tampil gaya dan anggun di usia yang tak lagi muda.

Apabila Anda berharap kelak masih dapat tampil segar dan menarik di usia 40-an, ada baiknya Anda mulai menjaga kesehatan dan merawat diri sejak sekarang. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan adalah:

Olahraga dan menjaga bentuk tubuh
Untuk menjaga tubuh tetap bugar, Anda tak harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk berolahraga. Lakukan saja peregangan sekitar 20 menit. Angkat beban dengan level ringan, olahraga ringan seperti sit up, atau gerakan lain yang bisa dilakukan di lantai rumah Anda. Lakukan aktivitas sehat ini tiga kali seminggu. Dan, jangan melakukannya sebagai obsesi untuk terlihat lebih muda, tetapi sebagai kebutuhan dan gaya hidup.

Menjaga kesehatan kulit secara alami dan realistis
Memiliki usia matang bukan berarti menjadi tua dan tak lagi punya daya tarik. Untuk menjaga daya tarik, menjaga kesehatan kulit menjadi penting. Aktris senior Joan Collins mengatakan, kosmetik bukan semata-mata solusi bagi kaum hawa untuk tampil menarik di usia matang. Collins menegaskan, kecanduan pada produk kecantikan, seperti antiaging cream, tak lantas menjawab persoalan. Menurut dia, kecenderungan iklan produk ini justru ”menipu” karena tentu saja foto wanita cantik penuh dengan re-touch. Mana mungkin wanita berumur bisa mengubah kulitnya dalam sekian menit untuk tampil seperti usia 20-an?

Kebiasaan merawat kulit dan tubuh sejak dini lebih menjawab bagaimana membuat kulit tetap sehat dan cantik pada usia matang. Inilah yang dilakukan mantan bintang serial Dynasty ini. Ia menggunakan produk yang sederhana, seperti krim dingin, baby oil, lotion, air mawar, dan beberapa produk perawatan kulit yang dijual di toko farmasi dengan harga yang tak terlampau mahal.

Memiliki ”mindset” bahwa panjang usia adalah keberuntungan
Saat ini, menurut Collins, perempuan pada usia 50 tahun ke atas masih bisa terlihat seperti usia 35 tahun. Kekuatan berpikir dan menghargai diri saat usia biologis tak lagi muda menjadi kunci tetap sehat dan menarik. Dengan terus mengoptimalisasi fungsi otak, dengan berbagai aktivitas tentunya, tubuh dan pikiran dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Ketajaman berpikir pun juga dimiliki para perempuan berumur.

Tak sekadar menutupi kerutan dengan ”make up”
Jika ingin mencontoh cara Collins merawat wajahnya, gunakan pelembab dan alas bedak secara rutin. Fungsinya melindungi kulit lebih efektif daripada krim wajah lain. Gunakan topi atau pelindung lain agar wajah tak langsung terkena sinar matahari. Bagaimanapun, radiasi ultraviolet memberikan efek berbahaya terhadap wajah. Rajin dan rutin menggunakan pelembab dan alas bedak bisa menjadi cara jitu merawat kulit tetap cantik dan sehat.

Hanya konsumsi makanan sehat
Membiasakan diri untuk menghindari makanan manis dan menggantinya dengan sayuran menjadi kunci kesehatan paling jitu. Tak hanya untuk tubuh, tetapi juga untuk kulit dan kecantikan. Gaya hidup menjadi faktor lain yang memengaruhi penuaan. Merokok salah satunya. Jadi, mulailah berhenti merokok sebelum terlambat.

Faktor alam, seperti polusi, AC, panas matahari, dan berbagai zat kimia yang masuk melalui makanan dan minuman, juga memengaruhi penuaan. Hindari makanan cepat saji dan mulai konsumsi minyak ikan. Pola hidup yang lebih sehat bisa menjadi pencegahan yang lebih tepat dan murah daripada membeli produk kecantikan, seperti antikerut atau antiselulit yang bisa menguras dompet, kata Collins.

Belum terlambat untuk meniru cara Joan Collins. Bukankah pencegahan menjadi investasi kecantikan yang jauh lebih efektif?

C1-10
Editor: din
Sumber: dailymail.co.uk
Jumat, Maret 05, 2010

Cerahkan Kulit Wajah Dalam Sekejap


TAK ada perempuan yang kulit wajahnya berbelang dan kusam. Pasti semuanya ingin kulit wajahnya cerah dan kencang. Putih dan bersih. Masalahnya, tidak semua perempuan tahu bagaimana membuat kulit wajahnya cerah, putih, dan bersih.

Ada beberapa perempuan yang menggunakan kosmetik untuk membuat wajahnya semakin terlihat cantik dan putih. “Tapi jika salah menggunakan kosmetik, justru akan terlihat seperti topeng,” kata dr Riska Melanie dari CBC Beauty Care.

Selain dengan kosmetik, ada perempuan juga yang memilih facial. Facial berguna untuk mengangkat sel-sel kulit mati dan mencerahkan wajah. Pada titik ini facial lebih baik daripada mencuci wajah dengan facial foam atau cleanser milk. “Pembersihan wajah dengan facial lebih efektif atau lebih dalam jika dibandingkan dengan mencuci muka saja,” jelas dr Riska.

Salah satu teknik facial untuk membantu mencerahkan kulit wajah adalah dengan teknik electroporation.

“Electroporation adalah media yang dapat membantu untuk masuknya serum ke dalam kulit,” kata dr Riska.

Seperti diketahui, kulit terdiri atas tiga lapisan yaitu epidermis, dermis, dan subkutis. Di dalam lapisan kulit itu juga terdapat layer. “Masing-masing lapisan terdiri dari sekitar 7 layer kulit,” imbuhnya. Jika dengan perawatan facial biasa, serum yang dioleskan pada kulit hanya akan masuk ke dalam dua layer kulit epidermis. Jika dengan electroporation, serum akan masuk ke dalam 3-4 lapisan layer kulit epidermis. “Ini akan membuat efek cerah dan kencang pada kulit wajah dengan cepat,” lanjut dr Riska.

Ada beberapa langkah dalam perawatan dengan electroporation ini, yaitu:
1. Bersihkan wajah dengan milk cleanser untuk mengangkat sisa-sisa kotoran yang masih menempel pada wajah.
2. Setelah itu, wajah dibersihkan dengan facial wash.
3. Kemudian, wajah dibersihkan dengan green tea scrub. Green tea scrub mengangkat sel kulit mati yang tertinggal, terutama pada daerah T atau T-Zone (hidung, dagu, dan dahi).
4. Lalu dilakukan penguapan dengan pavozon untuk membuka pori-pori pada wajah.
5. Selanjutnya adalah vacum pada wajah untuk mengeluarkan komedo. Setelah itu, dilakukan ekstraksi manual untuk mengangkat komedo yang membandel.
6. Setelah ekstraksi, biasanya kulit akan memerah. Karena itu, atasi atau kurangi dengan mesin high frequency dan lotion khusus untuk mengurangi kemerahan dan iritasi pada kulit.
7. Kemudian wajah diberikan serum dengan alat electroporation.
8. Tahap berikutnya adalah menggunakan masker selama kurang lebih 15-20 menit. Setelah itu, wajah dibersihkan dengan air dan diberikan toner dan day cream.

Dengan electroporation, wajah memang terlihat lebih putih. Yang perlu diperhatikan kemudian adalah perawatan setelah facial. “Setelah facial, kita juga tetap harus memerhatikan dan menjaga kulit wajah. Kalau kita tidak bisa menjaganya, yang ada kulit kita akan kembali seperti semula. Kembali hitam,” tandas dr Riska.

Tip Menjaga Kecantikan Kulit Wajah
- Hindari pancaran sinar matahari mulai pukul 09.00-16.00 WIB. Pada jam-jam itu, sinar matahari mengandung UV A dan UV B yang dapat membuat kulit semakin gelap.

- Selalu gunakan kosmetik atau tabir surya dengan SPF 15 yang mengandung titanium dioksida, zinc oksida dan avobenzon untuk melindungi warna kulit dari sengatan sinar matahari.

- Rajin membersihkan kulit dan membuang sel-sel kulit yang mati dengan scrub atau peeling akan memperbaiki sirkulasi dalam darah.

- Mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin A seperti wortel, bayam, brokoli dan alpukat. Kulit menjadi elastis dan lentur serta tidak mudah kering.

- Banyak mengonsumsi kulit yang mengandung vitamin C untuk membantu kulit membentuk kolagen agar kulit tetap kencang. Makanan yang banyak mengandung vitamin C adalah jeruk dan strawberry.

(Genie/Genie/tty)
sumber : okezone.com
Kamis, Maret 04, 2010

Hand Bag, Simbol Fashionista


TAS tangan, bagi wanita bukan lagi sekadar wadah penyimpan barang, melainkan simbol status. Dalam sebuah acara sosial, status seseorang bisa ditentukan dari tas tangan yang ditentengnya.

Diana, 35, sudah siap berangkat. Dandanannya tanpa cela, rambut hitam berombak mengkilat menjadi bingkai sempurna untuk wajahnya yang ditata natural. Tubuh rampingnya berbalut gaun cantik dengan motif floral, tren terkini, dan kakinya dibungkus sepatu platform berlabel Jimmy Choo, serasi dengan tas tangan hitam yang disandangnya.

Untuk Diana, membeli tas tangan seharga USD328 atau setara dengan Rp3.053.680 bukanlah masalah. Baginya, status sosial yang menyertai brand tas yang melengkapi penampilannya, sepadan dengan harga yang harus dikeluarkan.

Di Jakarta, banyak wanita yang berpikir seperti Diana. Karenanya, tidak heran bila setiap musimnya, tas-tas brandedmulai Guess hingga Gucci tak pernah sepi konsumen.
Bahkan, bag bar yang menjadi pemandangan utama di butik Louis Vuitton merupakan jujugan fashionista saat koleksi baru tiba. ”Koleksi monogram merupakan favorit karena klasik,” cerita Public Relation Louis Vuitton Cecilia King. ”Tapi koleksi yang lebih kontemporer juga tak jarang menjadi pilihan,” sambungnya.

”Saya bukan fashionista,” ujar Diana, yang bekerja di salah satu perusahaan swasta. ”Tapi saya memang menyukai tas. Dan bagi saya, tas bermerek sepadan dengan kualitas dan image yang ditampilkannya,” sambungnya.

Berbicara mengenai image, Diana mengungkapkan bahwa dirinya memang kolektor Jimmy Choo, namun di lemarinya, wanita berputri satu ini mengakui memiliki beberapa tas yang dianggapnya ”sakral”.
”Saya punya clutch vintage dari Valentino juga Kelly Bag dari Hermes. Dua tas itu hanya saya pakai untuk acara istimewa. Untuk sehari-hari, biasanya saya pakai Jimmy Choo, Kate Spade, atau Anya Hindmarch,” ujar wanita yang mengaku memuja Jimmy Choo untuk urusan sepatu ini.

Tas tangan yang termasuk dalam lini fashion accessories, statusnya kini lebih menonjol dibandingkan busana. Dalam sebuah acara sosial, tas tangan serta sepatulah yang pertama kali ”dilirik” sesama fashionista. ”Tas adalah pernyataan fashion, itulah tren yang sekarang terjadi di dunia fashion. Walaupun secara alami perempuan memang membutuhkan tas tangan dengan atau tanpa tren yang berlaku,” sebut Pauline Westin Thomas, pengasuh situs mode www.fashion-era.com.

Seperti juga sepatu, tas tangan menjadi fashion statement yang tidak bisa dikesampingkan. Alasan itu yang menjadikan Marc Jacobs begitu serius menggarap lini aksesori untuk tiga label yang ditanganinya, Louis Vuitton, Marc Jacobs, dan Marc by Marc Jacobs. Bukan hanya Jacobs, Frida Giannini dari Gucci juga tidak ketinggalan ”memoles” koleksi aksesorinya, termasuk tas tangan dan sepatu yang selalu terlihat menonjol di atas runway.

”Pasar menginginkan tas dan sepatu yang memberi pernyataan dan para desainer memenuhi kebutuhan itu,” sebut Thomas. Dia juga menyatakan, di era ini tas tangan adalah roda pemutar pundi-pundi rumah mode serta label fashion, selain parfum.
Brand-brand papan atas dunia seperti Hermes, Christian Dior, Prada, Chanel, Fendi, Gucci, Louis Vuitton, berlomba-lomba menghadirkan ”the it bag”, bersaing dengan brand yang memang berjalan di jalur aksesori dan leather product layaknya Bottega Veneta, Loewe, Kate Spade, Jimmy Choo, atau Anya Hindmarch.

Hermes punya Kelly dan Birkin, dua tas tangan ikonik dengan daftar pemesanan panjang. Marc Jacobs selalu sukses dengan koleksi tas tangan bergaya muda yang laris manis setiap musim, sementara Bottega Veneta tidak pernah gagal menjual produk kulit berdetail anyam yang menjadi ciri khasnya.
Anya Hindmarch pernah memimpin pasar dengan tas sederhana bertuliskan ”I’m Not A Plastic Bag”, sementara Kate Spade menarik konsumen melalui desainnya yang catchy dengan warna-warna cerah.

Tapi tentu saja, berbicara tas branded berarti membicarakan uang dalam jumlah banyak. Jika Jimmy Choo menjual koleksinya dengan rata-rata USD300, maka Hermes bisa menjual Birkin dengan harga USD6.000 untuk ukuran yang paling kecil dan bisa mencapai harga USD30.000-an, tergantung pada ukuran dan materialnya.

Banjir KW1

Jika harga menjadi masalah untuk kantong Anda, kini tersedia banyak ”replika” tas branded dengan harga miring yang kerap disebut KW1 (kualitas nomor satu) oleh para penjual di ITC maupun Mangga Dua.

”Kami hanya menjual yang KW1, makanya harganya lumayan,” ujar Melina, pemilik butik tas di Thamrin City, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Menurut Melina, harga tas branded dengan kualitas yang mendekati asli bisa mendekati Rp1 juta–2 juta. ”Tergantung bahan dan modelnya. Kalau untuk model klasik harganya bisa sampai 2 jutaan malah lebih, soalnya bahannya mahal,” sebut wanita yang mengambil koleksinya dari Singapura juga Thailand ini. ”Kalau ambil barang lokal, kualitasnya jelek,” paparnya.

Namun, jika yang Anda inginkan hanya menenteng tas ”bermerek”, tanpa peduli kualitasnya, harga tidak akan menjadi masalah. Tas-tas ”aspal” dengan monogram Louis Vuitton atau Gucci banyak beredar di pasaran dengan harga Rp100.000–Rp200.000 saja, malah jika beruntung, bisa kurang dari itu.

Di luar negeri, plagiarisme merupakan tindakan yang sangat ditentang pelaku mode. Asosiasi fashion pun mengajukan permintaan pada pemerintah untuk adanya Undang-Undang Perlindungan Hak Cipta. Namun di Indonesia, hal itu tampaknya tidak menjadi masalah besar, malah ”diterima” dengan wajar oleh para konsumen.

”Kalau enggak beli yang KW, mana mungkin bisa punya tas branded,” cetus Andina, 24, yang menenteng tas tangan bermotif floral besutan Anna Sui.

Di satu sisi, menenteng Amazona klasik dari Loewe atau mini monogram Louis Vuitton memang memberi Anda status sosial tersendiri sebagai fashionista, namun jika ternyata ”aspal”, status itu bisa turun dalam sekejap. Untuk itu, ada satu peraturan yang bisa Anda ikuti, pilihlah tas tangan yang sesuai budget dan selera. Bila Louis Vuitton tidak sesuai kantong Anda, pilihlah tas tangan dari desainer lokal yang lebih ”ramah” untuk dompet tanpa harus mendukung plagiarisme.
(Koran SI/Koran SI/tty)
Rabu, Maret 03, 2010

Fashion Paris Semakin Rapuh


SEBAGAI fashion capital, Paris memiliki nama yang besar. Bagaimana tidak dengan segala glitz dan glamor yang membungkus kota tersebut, Paris adalah surga fashion, di mana para desainer papan atas berkumpul, fashion show eksklusif dipertunjukkan, dan rumah mode mewah berbaris elegan. Namun, resesi rupanya memberi pukulan berat bagi kota mode raksasa itu. Rumah mode yang dibangun dengan tradisi, kini harus menggenjot penjualan untuk mempertahankan volume produksi, malah banyak pelaku mode yang harus gulung tikar atau meminta bantuan pemerintah agar terhindar dari kebangkrutan.

Melihat fenomena tersebut, pemerintah Paris pun mengambil tindakan. Perdana Menteri Prancis Francois Fillon memanggil stafnya dan mengadakan rapat untuk mendiskusikan bantuan bagi para pelaku mode. ”Kenyataan yang harus kami hadapi sekarang adalah bahwa sektor industri fashion Paris semakin rapuh,” ujar Fillon dalam wawancara bersama Wall Street Journal. ”Banyak pelaku mode yang bermasalah dengan pajak serta perlindungan hak cipta, karena daya beli konsumen yang menurun secara global,” sambungnya.

Dari data yang dikeluarkan Badan Statistik Nasional Prancis, saat ini Paris menjadi tuan rumah dari 115 rumah mode. Angka tersebut jauh menyusut dari 468 rumah mode pada 2000. Hal tersebut tentu berpengaruh terhadap penurunan kesempatan kerja, yang mengakibatkan banyak pelaku mode Paris kehilangan pekerjaan. Analisis statistik menyebutkan bahwa pekerja mode Paris turun hingga 80 persen menjadi 5.209 selama tujuh tahun terakhir. Kenyataan tersebut semakin diperparah dengan turunnya daya beli konsumen yang menyebabkan rumah mode harus mengencangkan ikat pinggang dan memotong ongkos produksi, yang juga berarti pengurangan jumlah karyawan.

”Dalam jangka panjang, fenomena ini akan menempatkan industri mode Paris dalam risiko besar,” ujar konsultan produk mewah Clarisse Reille, yang dikontrak Departemen Perindustrian Prancis untuk membantu meningkatkan kembali bisnis tekstil dan garmen yang turun 30 persen tahun ini.

Di antara kota-kota mode lainnya, Paris memang merupakan fashion destination terpopuler. Namun, hal tersebut tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap penjualan. Kini konsumen lebih memilih menu fast-fashion dibandingkan high-end fashion yang dulu menjadi jualan utama Paris. Sekarang produk ready-to-wear menjadi kontribusi utama pemasukan desainer, sementara couture fashion terpinggirkan dan hanya menjadi sebuah statement art of fashion.
(Koran SI/Koran SI/tty)

okezone.com